Wisudah K3 2012

Wisudawan

Sampai Jumpa Mas, Mbak.

“Datang akan pergi, Lewat kan berlalu, Ada kan tiada, Bertemu akan berpisah”. Begitulah kira-kira sepenggal lirik dari lagu berjudul “Sampai Jumpa”, yang dibawakan oleh band beraliran Pop Punk asal Jogja, Endank Soekamti.Sore itu, cuaca di kota Surabaya cukup teduh. Bisa-lah dipakai untuk mencicil tugas yang makin lama makin menumpuk karena tak kunjung saya sentuh sedikitpun. Hal ini bukannya tanpa sebab, saya hanya ingin membuktikan bahwa Dosen tak kalah sakti dengan sosok Dimas Kanjeng yang bisa menggandakan uang dan emas itu,Dosen juga bisa menggandakan tugas sob! Sakti bukan?

Setelah menyelesaikan aktivitas di kampus, saya memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah, saya mampir sejenak di warung kopi yang tak jauh dari Poltek Kapal. Warkop Cak Ed. Tempat yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian mahasiswa K3, dari angkatan tua sampai muda. Di tempat-yang kita anggap-bersejarah ini, saya dan beberapa kawan biasa berbagi tawa yang bisa membebaskan kita dari masalah-masalah yang dihadapi, lalu berbagi keluh kesah tentang kisah percintaan, pertemanan, dan perkuliahan.

Hingga meributkan hal remeh-temeh seperti, seberapa lama seorang Naufal Zaky bisa mempertahankan hubungan dengan ceweknya. Dan menerka-nerka langkah apa yang akan dilakukan seorang Prabowo setelah gagal mencalonkan diri sebagai Presiden BEM *eh salah ding, maksud saya Presiden RI. Semua kita bahas di sana, dari mulai nilai tukar rupiah terhadap dolar, sampai nilai di student portal yang naik turun bak roller coaster di tempat wisata, pembicaraan mengalir begitu saja. Seperti air, mengalir jernih mencerahkan.

Sambil menikmati hangat kopi susu dan sejuknya suasana di sore itu, salah satu handphone milik kawan saya memutar lagu “Sampai Jumpa” milik Endank Soekamti. Tiba-tiba, lagu itu membawa saya ke ingatan masa lalu saat awal-awal berkuliah di PPNS. Saat kecemasan tentang orang-orang seperti apa yang akan saya kenal di sini, apakah saya menemukan kecocokan dengan mereka, sehingga saya merasa nyaman kuliah di sini. Toh, setiap manusia yang ada di muka bumi dan kolong langit ini, jelas menginginkan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan dalam hidup mereka.

Lebih dari itu semua, ketika seseorang telah menemukan kenyamanan antara satu sama lain, sangat berat rasanya jika harus berpisah, pergi jauh meninggalkan satu sama lain. Pun dengan mas-mbak angkatan 2012 yang sebentar lagi akan wisuda, saya yakin mereka akan berat untuk saling melupakan, sulit untuk sekadar mengucap kalimat perpisahan. Kalimat perpisahan memang selalu terdengar mengasyikkan, ia bisa sepahit pare dalam siomay, tapi tetap anggun dan berkelas seperti kak Raisa dalam video klip lagu- Pemeran utama. Kenangan-kenangan yang diceritakan, bisa membuat seseorang tertawa hingga menitihkan air mata. Campur aduk, seperti perasaan saat mengetahui orang yang disayang, jatuh dipelukan orang lain.

Sekali lagi, mari kita coba untuk memaknai lirik lagu yang menjadi kalimat pembuka pada tulisan ini. Bahwa, setiap awal akan ada akhir, matahari yang terbit akan tenggelam, laut yang pasang akan surut dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Akhirnya, Kehilangan memang tidak untuk disesali, namun perpisahan adalah sebuah memoir kehidupan yang harus tetap dilewati, untuk merawat ingatan agar tidak mudah dilupakan.

“Sampai jumpa di lain hari Mas,Mbak”. (Fafa/1809)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *