K3 Petir

Pada awal tahun ini, cuaca ekstrem dengan ditandai tingginya curah hujan dan kilatan petir diprediksi masih mengancam wilayah Indonesia.

Menurut news.detik.com, pada awal tahun 2020 sudah terdapat 2 kasus kecelakaan akibat tersambar petir, 2 diantaranya adalah :
1. Remaja di Tegal Tewas Diduga Tersambar Petir Saat Main HP yang Dicas. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 13 Januari 2020 saat hujan mengguyur Tegal. Pada saat itu tegar sedang bermain ponsel yang dicas didalam rumahnya. Korban ditemukan tewas diruang tengah setelah terjadi sambaran petir. Dia meninggal seketika penuh luka bakar di dadanya
2. Seorang Kakek Tewas Tersambar Petir di Sawah Bantul. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 Februari 2020 tepat pukul 14.30 WIB di Bulak tapen, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul. Saksi menjelaskan bahwa pada saat itu korban tengah menggarap sawah yang akan ditanam padi. Saat itu saksi mendengar ada suara petir menyambar dan melihat topi korban terpental keatas disertai kepulan asap putih. Korban ditemukan tergeletak sudah meninggal dunia.

Mengingat angka kecelakaan akibat sambaran petir di Indonesia cukup tinggi. Kita perlu mengetahui lebih lanjut mengenai Petir dan Instalasi Penyalur Petir.

Petir adalah proses pelepasan muatan listrik yang terjadi antara awan, dalam awan atau antara awan dengan tanah (Peterson, 2017). Besarnya arus petir adalah berkisar 5000 – 10.000 Ampere dan panas mencapai 30.000o C, sehingga dampak yang terjadi pada objek yang tersambar petir adalah kerusakan mekanis, thermis, dan elektris.

Terdapat dua macam sambaran petir, yaitu sambaran petir langsung (direct stroke) dan sambaran petir tidak langsung (indirect stroke). Sambaran petir langsung terjadi apabila peti menyambar langsung kawat fasa atau kawat pelindungnya. Sedangkan sambaran petir tidak langsung terjadi apabila petir menyambar objek di dekat saluran.

Dasar hukum yang mengatur tentang petir :
a) Undang-undang No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
b) Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 02/Men/1989 Tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir
c) SNI-04-0225-2000 PUIL 2000
Dibawah ini disebutkan beberapa tempat kerja yang perlu dipasang instalasi penyalur petir, yaitu :
1. Bangunan terpencil / tinggi (menara, cerobong asap, pemancar, silo)
2. Bangunan menyimpan bahan mudah meledak atau terbakar (pabrik amunisi, bahan peledak )
3. Bangunan untuk umum ( tempat ibadah, pasar, hotel, setasiun, candi, sekolah )
4. Bangunan penyimpanan surat-surat berharga ( perpustakaan, museum, arsip sepanjang hidup )
5. Daerah terbuka ( perkebunan, padang golf, stadion olah raga).

Berikut adalah Instalasi Penyalur Petir Menurut PERMENAKER PER-02 MEN/1989 :
1. Sistem Franklin

• PENERIMA (AIR TERMINAL)
1. Dipasang pada tempat yang diperkirakan akan tersambar.
2. Mempertimbangkan Daerah perlindungan
3. Tinggi lebih dari 15 cm dari sekitar
4. Jumlah dan jarak harus diatur (daerah perlindungan 112 derajat)
• Penghantar Penurunan (Down Conductor)
1. Dipasang sepanjang bubungan (nok) atau sudut-sudut bangunan ketanah.
2. Jarak antara alat-alat pemasang penghantar penurunan tidak boleh >1,5m.
3. Bangunan yg ada didekat pohon yg dapat tersambar petir, harus dipasang.
4. Instalasi penyalur petir yang mempunyai lebih dari satu penerima , dari penerima tersebut harus ada paling sedikit 2 (dua) buah penghantar penurunan.
5. Luas penampang penghantar penurunan sekurang-kurangnya 50 mm², atau setiap bentuk penampang dapat dipakai dengan tebal serendah-rendahnya 2 mm.
• Grounding
1. Elektrode bumi harus dibuat dan dipasang sehingga tahanan pembumian sekecil mungkin.
2. Sebagai elektroda bumi dapat digunakan
a. Tulang baja dari lantai kamar, tiang pancang (direncanakan).
b. Pipa logam yang dipasang dalam bumi secara tegak.
c. Pipa atau penghantar lingkar yang dipasang dalam bumi secara mendatar.
d. Pelat logam yang ditanam.
e. Bahan yang diperuntukkan dari pabrikan (spesifikasi sesuai standar)
3. Panjang atau kedalaman elektrode bumi yang dipasang tegak lurus tidak kurang dari 4 m, kecuali elektrode bumi sekurang-kurangnya 2 meter terendam air tanah dalam bumi.
4. Elektrode bumi instalasi listrik boleh dihubungkan secara konduktif dengan pembumian instalasi penyalur petir dan pembumian arester. (3.2525)

Sumber :
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 02/Men/1989 Tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir

SNI-04-0225-2011 PUIL 2000

Peterson, Hotdin dan Fri Murdiya. 2017. Sistem Proteksi Petir Eksternal Pada Gedung Baru Fakultas Teknik Universitas Riau. Jom FTEKNIK Volume 4 No. 2

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4897119/seorang-kakek-tewas-tersambar-petir-di-sawah-bantul

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4857405/remaja-di-tegal-tewas-diduga-tersambar-petir-saat-main-hp-yang-dicas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website