K3 Maritim

Pada tanggal 8 Juni yang lalu, telah diperingati Hari Laut Sedunia yang bertujuan untuk menghargai hasil laut. Indonesia sendiri mempunyai laut yang indah dan menawan serta merupakan habitat bagi 30% populasi ikan di dunia sehingga harus dijaga dengan baik. Selain itu adanya transportasi laut juga dapat memudahkan manusia untuk kegiatan sehari – hari serta untuk menunjang produktivitas dan ekonomi negara. Namun, tanpa disadari terdapat bahaya pada lautan, contohnya yaitu kecelakaan kapal. Hal ini tidak hanya akan menyebabkan korban jiwa, tetapi juga habitat ikan juga terancam. Menurut data dari Komite Nasional Keselamatan dan Transportasi (KNKT) mencatat ada 34 kecelakaan pelayaran di Indonesia di tahun 2017. Kecelakaan ini meningkat hampir dua kali dibandingkan tahun 2016 yang hanya sebanyak 18 kecelakaan, penyebab terjadinya kecelakaan ada 3 yaitu :

• Lemahnya aturan dan pengawasan kapal angkutan penumpang
• Lemahnya penerapan prosedur keselamatan, seperti ketersediaan alat keselamatan hingga batas maksimal muatan kapal angkutan penumpang
• Ketidakcocokan antara dokumen dan fakta di lapangan pada saat operasional (mal administrasi).

Kecelakaan kapal akan terus berulang, bila tanpa perbaikan serius terutama pada aspek keselamatan. Kejadian – kejadian sebelumnya seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi terhadap risiko ataupun potensi bahaya yang mungkin timbul sehingga tindakan preventif sangat diperlukan terkait dengan aspek keselamatan. Tindakan preventif merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan. Contoh tindakan preventif dapat dilakukan dengan tersedianya peralatan keselamatan yang ada pada kapal.

Berikut adalah beberapa peralatan keselamatan yang biasanya tersedia pada kapal dan harus ditaati oleh pemilik kapal yaitu :

1. Dokumen / documentation
• Fire control plan; gambar / denah yang menunjukkan letak, posisi, jenis dan jumlah alat keselamatan dan pemadam kebakaran dikapal
• Muster list and emergency procedure; daftar dan tugas awak kapal untuk keadaan darurat
• Nautical publication; terdiri dari buku atau terbitan termasuk peta laut, yang menjelaskan secara lengkap arah berlayar, daftar rambu suar, daftar pasang -surut dan informasi lain yang diperlukan
• International code of signal; berisi daftar isyarat int. termasuk daftar callsign dari kapal

2. Peralatan Navigasi/ Safety of Navigation
Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 dan Colreg (collison regulation 1972) seluruh kapal harus dilengkapi dengan peralatan Navigasi sebagai berikut :
• Lampu Navigasi
• Kompas magnet
• Peralatan Navigasi lainnya
• Perlengkapan Radio / GMDSS
• Echo sounder
• GPS, fax dan Navtex
• Radar kapal dan Inmarsat
• Engine Telegraph, telepon internal dan sistim pengeras suara

3. Perlengkapan penyelamat jiwa/ life saving appliances
• Jaket/Rompi Penolong (Life Jacket)
• Pelampung penolong (Lifebouy)
• Sekoci Penolong (Life Boat)
• Smoke Signal
• Parachute Signal
• Red Hand Flare
• Rescue Boat
• P3K

Sumber :
 https://www.safetysign.co.id/news/409/Panduan-Keselamatan-Naik-Kapal-Laut-Apa-Saja-yang-Perlu-Diperhatikan-Penumpang
 Safety Of Life At Sea (SOLAS) 1974
 Live Saving Appliances (LSA) Code

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website