RISIKO BAHAYA WORK FROM HOME SELAMA PANDEMI DAN PENGENDALIANNYA

Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia adalah salah satu fenomena terbesar yang terjadi sepanjang tahun 2020. Tak dipungkiri, pandemi yang meliputi seluruh dunia ini telah berpengaruh besar terhadap kehidupan. Pandemi telah memaksa sistem dan aktivitas manusia berubah. Salah satu yang ditekankan adalah kampanye untuk selalu menjaga jarak. Hal ini membuahkan sebuah kebijakan yaitu bekerja secara daring dari rumah, atau yang disebut dengan kebijakan work from home (WFH).

Work from home (WFH) secara umum adalah konsep bekerja dari rumah atau di mana saja selain tempat kerja utama. WFH memungkinkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa bertemu langsung dengan rekan kerja, dan kebijakan ini dilakukan secara daring. WFH sendiri menjadi kebijakan strategis yang diterapkan sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Selain pada perkantoran, konsep work from home ini juga diaplikasikan pada instansi pendidikan termasuk pendidikan tinggi, yang membuat mahasiswa melaksanakan perkuliahan secara daring.

Konsep work from home (WFH) ini cukup efektif dalam mengurangi intensitas pertemuan orang-orang dalam rangka menekan kasus Covid-19. Akan tetapi, pada pelaksanaannya, konsep WFH juga memiliki sisi lain berupa ancaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Beberapa risiko bahaya bekerja dari rumah adalah sebagai berikut:

1. Posisi kerja tidak tepat dan sudut kerja tidak ergonomis

Bekerja dari rumah berarti pekerjaan harus dilakukan pada tempat yang ada di rumah. Hal ini tidak berperngaruh besar pada orang-orang yang memiliki sudut kerja khusus yang telah dibuat senyaman mungkin untuk bekerja. Akan tetapi, hal ini akan mempengaruhi kualitas kerja bagi mereka yang tidak memiliki sudut kerja khusus karena harus beradaptasi dengan suasana rumah yang memang tidak dibangun untuk mengerjakan urusan profesional.

Posisi kerja yang tidak baik akan berisiko pada kesehatan, terlebih lagi intensitas bekerja yang semakin bertambah saat masa work from home ini. Posisi kerja yang tidak sesuai akan dapat berisiko mengganggu tulang dan otot tubuh, sehingga mengalami musculoskeletal disorders atau MsDs.

2. Computer vision syndrome

Penggunaan laptop secara lama dapat menyebabkan CVS. Menurut Kementerian Kesehatan (2020), CVS ini adalah sekumpulan gejala pada mata dan leher yang disebabkan oleh penggunaan komputer/layar monitor yang berlebihan. Hal ini bisa kita hindari dengan menerapkan 20-20-20 rule yaitu istirahat setiap 20 menit dengan cara memandang sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik (Kementerian Kesehatan, 2020).

3. Stress kerja

WFH dapat mengaburkan konsep kehidupan “pribadi” dan “professional”. Hal ini terjadi karena biasanya kehidupan pribadi berada di “rumah” sementara kehidupan professional berada di “kantor”. Peleburan tempat kerja ini dapat membuat seseorang menjadi tertekan dan merasa tidak mampu untuk meciptakan keseimbangan kehidupan “pribadi” dan “professional”. Hal yang bisa kita lakukan adalah membuat batasan antara dua hal tersebut misalkan membuat daftar yang harus dikerjakan dalam sehari, membuat komitmen untuk bekerja pada jam yang pasti, dan tetap melakukan hobi sehingga terhindar dari stress.

Referensi

https://kumparan.com/aviniaismiyati/pengendalian-bahaya-dan-risiko-k3-saat-wfh-1uL7PMxsVzp/full

https://katigaku.top/2020/06/02/bahaya-bekerja-di-rumah-working-from-home/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *