Fire Hydrant Systems

Fire Hydrant Systems
Jaringan instalasi pipa air untuk pemadam kebakaran yang dipasang secara permanen.

Fire Hydrant
Alat yang dihubungkan dengan sumber air melalui jaringan pipa yang gunanya untuk mengalirkan air yang dibutuhkan untuk pemadaman kebakaran.

Komponen sistem Hydrantt
1. Sistem persediaan air
2. Sistem tekanan / aliran (Pompa)
3. Jaringan pipa
4. Kopling outlet / Pilar / landing valve
5. Slang dan nozzle
6. Sistem kontrol tekanan & aliran

Menurut jenisnya hydrant dibagi menjadi hydrant bejana kering (dry barrel) dan hydrant bejana basah (wet barrel). Hydrant bejana kering, dimana bejana tersebut di dalamnya tidak terisi oleh air, walaupun telah dihubungkan dengan sumber air. Untuk mengaktifkan hydrant ini mur pembuka pada bagian atas hydrant diputar agar kerangan besar di dasar bejana terbuka, dimana mur dan kerangan dihubungkan dengan poros kerangan. Hydrant bejana basah, dimana bejana tersebut di dalamnya terisi oleh air. Untuk mengaktifkan hydrant ini, mur pembuka pada bagian samping hydrant diputar, untuk membuka kerangan pada outlet / saluran keluar air.
Pada umumnya hydrant kebakaran mempunyai saluran keluar air dengan diameter 4,5 inchi dan 2,5 inchi untuk dihubungkan dengan alat penyambung slang.

Pemeriksaan
Diperlukan pemeriksaan bulanan dan setiap enam bulan untuk mengadakan pemeriksaan pada hydrant.
1. Pemeriksaan bulanan (monthly inspection).
2. Periksa ikatan saluran air keluar.
3. Periksa bocoran pada gasket.
4. Periksa mur pembuka.
5. Periksa bocoran dibagian atas hydrant.
6. Pemeriksaan setiap enam bulan (semi annually inspection).
7. Periksa bila ada keretakan pada bejana.
8. Periksa buangan hydrant.
9. Periksa ulir pada saluran air.
10. Periksa alat penyambung selang.
11. Periksa kap pada saluran keluar air.
12. Periksa cat pada hydrant.

Pengujian
1. Pengujian untuk hydrant kebakaran yaitu dengan jalan melakukan pengujian aliran air, kapasitas air dan tekanan air yang ada sesuai dengan kebutuhan. Juga yakinkan bahwa kerangan dari jaringan pipa distribusi ke hydrant dalam posisi terbuka. Pengujian dilakukan setahun sekali.
2. Catat keadaan tekanan statis dan tekanan aliran penuh dan bandingkan dengan pengujian sebelumnya.

Pemeliharaan
Dalam pemeliharaan hydrant kebakaran yang perlu dilakukan sebagai berikut:
1. Beri pelumas pada mur pembuka.
2. Bersihkan permukaan hydrant dari kotoran/karat yang dapat mempercepat kerusakan.
3. Cat kembali bejana, jika warna cat telah memudar.
4. Buanglah air (flushing) dari saluran air pada bejana secara berkala, dengan maksud agar endapan atau kotoran yang ada dapat keluar sehingga tidak akan merusak bagian dalam dari bejana hydrant.
5. Ganti / perbaiki setiap komponen yang rusak.

 

SAFETY IS MY LIFE
(YPR)

Source :

BPSI, 2005. Internal Modul of Fire Systems

all about safefty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *