Emergency Exit

Pertama ketika terjadi kondisi kebakaran. Banyak orang cenderung mencari jalan keluar melalui pintu orang tersebut masuk karena kurangnyanya informasi akan adanya emergency exit didukung dengan adanya kondisi kebakaran membuat orang panik dan kurang berfikir rasional sehingga lupa akan menyelamatkan nyawa nya kurang berarti dari menyelamatkan harta benda nya karena takut terbakar.

Adapun egoisme dari masing masing pekerja yang mementingkan dirinya sendiri sehingga banyak kasus kecelakaan dan jatuh korban di depan pintu keluar. Pengaturan arah membuka pintu yang menyampingkan faktor safety mengakibatkan pintu dibuka dengan cara di tarik ke dalam, sehingga ketika orang pertama akan membuka sudah terdorong dari desakan orang lain dari belakang dan akhirnya pintu mengalami kegagalan untuk terbuka.

Selain itu karena jalan emergency exit jarang diperiksa atau dilalui, ketika kondisi darurat sering kali pintu terkunci/tergembok. Lampu emergency tidak menyala (lampu ini bekerja akan mencharger ketika di aliri listrik. Namun, ketika listrik padam lampu akan menyala) Mengapa bisa tidak berfungsi? Karena fungsi baterai sering mengalami gangguan dan tidak diperbaiki dengan baik.

Minimnya jumlah petugas area keselamatan gedung, bahan konstruksi bangunan bukan bahan fire resistan/tidak sesuai juga menyebabkan suatu evakuasi tidak berjalan dengan efektif.

Selanjutnya dikenal istilah MOE. Apakah MOE ini ?
MOE (Means of Escape ) adalah sarana berbentuk konstruksi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari bangunan tersebut sebagai sarana penyelamatan diri terhadap keadaan emergency atau kebakaran.
Dengan ini diharap ketika terjadi keadaan darurat, bagi orang yg melihat dapat berusaha keluar dari bangunan dengan sendrinya tanpa mengalami kesulitan melalui MOE menuju tempat aman mutlak/titik kumpul.

Untuk bangunan konstruksi primer meliputi dinding lantai atap yang dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas A dimana tahan api selama 3 menit.
Kelas B bahan tradisional 2.5menit. Dan Kelas C bahan mudah terbakar 2 menit. Dmna bahan tersebut diharapkan dapat menahan api sesuai potensi dan jenis kegiatan

Nah disini waktu keluar dr ruang menuju MOE dipengaruhi oleh lebar tempat keluar (LTK ).
Jadi rata-rata dalam 1unit MOE dengan lebar 21inch dalam 1 menit dapat d lalui 40 orang
Ukuran: 1 unit =21inc; 2 unit =21+21; untuk 3unit lebih= 21+21+18 dst (setelah 2 unit ditambah 18)
Nah guna menentukan berapa unit yang kita perlukan di dapat rumus
nUnit= jumlah pekerja / 40 x kelas bahan tahan api
untuk penempatan nya : panjang jarak jalan masuk MOE dr kegiatan ruang tidak boleh lebih dari batas waktu ketahanan konstruksi dan tidak boleh lebih dari 40ft.
Bentuk-Bentuk MOE :
1. Horizontal (pintu ,gang koridor ,balkon)
2. Vertikal :tangga

Syarat fasilitas MOE:
1. Pintu membuka didorong (mengarah keluar);
2. Tahan panas asap dan memiliki penerangan;
3. Pintu harus otomatis menutup; dan
4. Area MOE ini harus menggunakan bahan tahan api.

Nah mungkin dari sini ada yg mau melengkapi, monggo terbuka untuk teman-teman semua.

Ketika pelaksanaan K3 kita berada di area gedung bertingkat, mungkin ada diantara teman-teman yang ingin menambahkan standard perhitungan tadi.

sumber :  @allaboutsafety

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *