Cara Mengatasi Bahaya Kebisingan di Tempat Kerja

bahaya-kebisinganTempat kerja terutama di pabrik saat ini sering menggunakan alat bermotor atau mesin yang mengeluarkan suara cukup bising. Hal tersebut bisa sangat mengganggu para pekerja yang setiap hari harus menghadapi kebisingan tersebut. Sekitar 17.000 orang di Inggris menderita ketulian, atau masalah pendengaran lainnya karena polusi suara yang ada di tempat kerja mereka. Pekerja yang mengetahui adanya bahaya kebisingan di tempat kerja tersebut perlu untuk menyadari bahayanya, begitu juga dengan perusahaan yang mengelola tempat kerja tersebut. Perlu dilakukan komunikasi dengan pihak perusahaan jika merasa bahwa kebisingan tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan pendengaran para pekerja.

Perusahaan sebenarnya berkewajiban untuk mengatasi risiko bahaya kesehatan kerja seperti kebisingan. Beberapa hal yang harus dilakukan perusahaan antara lain:

  1. Menaksir risiko kebisingan yang dapat mengganggu pekerja di tempat kerja

Pihak perusahaan bisa melakukan taksiran risiko kebisingan melalui identifikasi adakah sumber kebisingan di tempat kerja dan apakah ada pekerja yang terganggu pendengarannya. Perusahaan perlu memeriksa proses kerja yang dilakukan oleh karyawan, adakah bahaya kebisingan yang bisa menyerang mereka? Taksiran tersebut harus didasarkan pada informasi yang terpercaya misalnya dengan terjun langsung. Jika ada pekerja yang melakukan komplain maka harus diperiksa apakah benar ada sumber kebisingan di tempat kerja.

  1. Melakukan aksi untuk mengurangi paparan kebisingan di tempat kerja

Setelah perusahaan mengetahui adanya sumber-sumber kebisingan di tempat kerja maka hal yang selanjutnya bisa dilakukan yang melakukan aksi untuk mengurangi paparan kebisingan tersebut. Misalnya jika sumber kebisingannya berasal dari mesin, maka bisa memeriksa keadaan mesin tersebut apakah memang beroperasi dengan baik atau ada kerusakan. Mesin yang terlalu bising bisa diganti dengan mesin yang tidak terlalu bising jika memang hal tersebut memungkinkan.

  1. Menyediakan pelindung pendengaran jika tidak dapat mengurangi kebisingan tersebut

Saat perusahaan sudah berusaha mengurangi kebisingan namun ternyata masih tidak bisa mengatasi kebisingan tersebut maka perusahaan wajib menyediakan alat pelindung pendengaran. Alat pelindung pendengaran tersebut disesuaikan dengan tingkat kebisingan dan harus dapat digunakan saat bekerja. Alat pelindung pendengaran tersebut harus dapat melindungi pendengaran dan setidaknya dapat melindungi suara 85db di telinga. Perlu juga memperhatikan alat pelindung diri lainnya yang digunakan sehingga saat digunakan bersama tidak akan mengganggu satu sama lainnya.

  1. Meyakinkan bahwa batasan dari kebisingan tidak terlampaui

Batasan kebisingan sendiri untuk sehari-hari yaitu 87 db dengan tekanan suara tertinggi 140 db. Perusahaan bisa menggunakan alat untuk mengetahui berapa desibel suara kebisingan yang ada di tempat kerja tersebut. Jika kebisingan melampaui batas kebisingan yang bisa ditoleransi maka perusahaan harus kembali mengurangi sumber kebisingan.

  1. Menyediakan pekerja informasi, instruksi, dan pelatihan

Perusahaan juga perlu menyediakan informasi, instruksi, dan pelatihan bagi para pekerja di tempat kerja yang memiliki polusi suara. Tempat atau sumber kebisingan perlu diberi tanda jika memang membutuhkan penggunaan alat pelindung. Pekerja juga perlu diberikan pelatihan untuk penggunaan alat pelindung pendengaran. Di tempat mana saja mereka harus menggunakan alat tersebut. Pelatihan juga memberikan informasi tentang apa yang harus dilakukan pekerja jika mereka mengalami gangguan pendengaran karena bekerja.

  1. Menyediakan bantuan kesehatan bagi pekerja yang menderita gangguan pendengaran karena kebisingan di tempat kerja

Perusahaan berkewajiban memberikan bantuan kesehatan jika ada pekerjanya yang menderita gangguan pendengaran karena kebisingan di tempat kerja. Kebisingan di tempat kerja memang kadang tidak langsung berdampak paka pekerja saat itu juga, namun dapat terlihat efeknya dalam jangka waktu tertentu. Perusahaan harus terus memantau para pekerjanya dan lingkungan kerja tersebut agar tidak berbahaya bagi pekerja.

Kebisingan di tempat kerja tidak hanya dapat mengganggu para pekerja di tempat tersebut. Lingkungan sekitar juga bisa terkena dampaknya. Perusahaan harus memperhatikan lokasi kerja yang sesuai sehingga tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya. Warga masyarakat bisa jadi terganggu dengan kebisingan yang berasal dari tempat kerja dan bisa saja mereka melakukan protes pada perusahaan. Pemilihan alat kerja dan proses kerja yang tepat dapat mengurangi risiko kebisingan yang terjadi di tempat kerja. Para pekerja dan manajemen perusahaan perlu melakukan komunikasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi telinga.

Demikian cara mengatasi bahaya kebisingan di tempat kerja yang dirangkum oleh MediaK3 dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *