Bagaimana Cara Melakukan Perhitungan Statistik K3 ?

Penghitungan statistik K3 merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi elemen pemantauan dan evaluasi (monitoring and evaluation) di sistem manajemen K3, terkait dengan penilaian sejauh mana program K3 berhasil atau efektif untuk mengurangi atau menghilangkan nilai risiko yang ada di tempat kerja

Dibeberapa perusahaan yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap K3, statistik K3 bahkan dijadikan sebagai indikator performa dari suatu bagian atau bahkan instansi itu sendiri.

Lalu bagaimanakah cara kita melakukan statistik K3?

Masih banyak pelaksana K3 yang mungkin tidak mengetahui atau masih bingung terkait cara untuk melakukan perhitungan statistik K3.

Banyak standar yang dapat kita jadikan acuan untuk mengkalkulasi angka-angka terkait dengan K3. Dalam hal ini, terdapat standar nasional maupun internasional.

Untuk standar nasional terkait perhitungan statistik K3, salah satunya ada pada Lampiran Keputusan Dirjen Pembinaan Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja No. 84 tahun 1998 (Kep. 84/BW/1998) .

Pada lampiran standar tersebut, statistik K3 terbagi menjadi dua, yaitu Tingkat Kekerapan/Frequency Rate (FR) dan Tingkat Keparahan/Severity Rate (SR). Terdapat rumus yang dapat dijadikan acuan untuk menghitung kedua jenis statistik tersebut.

Karena sejatinya perhitungan statistik tersebut dilakukan oleh Kanwil, sehingga dalam lampiran tersebut tidak dijelaskan secara detail mengenai pengertian FR dan SR.

Untuk pengertiannya, sobat dapat melihat pada standar yang lain, yaitu SNI 13-6618-2001. Standar mengenai Metode penghitungan tingat kekerapan dan tingkat keparahan cedera akibat kerja di pertambangan umum. Standar ini mengadopsi dari standar internasional ANSI Z16.1 1973 milik Amerika.

Walaupun untuk pertambangan, namun menurut saya pribadi metode tersebut bisa di adopsi untuk berbagai sektor. Pada standar ini dijelaskan pengertian-pengertian atau definisi yang diperlukan dalam perhitungan dan juga klasifikasi kecelakaan.

Standar inipun menjelaskan secara rinci mengenai FR dan SR. Namun standar ini tidak hanya memiliki dua jenis perhitungan statistik, namun tiga perhitungan statistik. Untuk dua metode pertama merupakan metode yang serupa dengan yang digunakan pada Surat Keputusan, Kep. 84/BW/1998.

Untuk standar internasional sobat dapat mengambil acuan statistik K3 dengan menggunakan OSHA Log 300, standar ILO maupun standar lainnya.

 

sumber : @allaboutsafety

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *