Apakah Perlu Penilaian Tempat Kerja ?

gallery-new-kings-place-o-011Bagaimana sih penerapan k3 selain di Indonesia? Bagaimana dengan negara-negara maju seperti di Eropa? Di Eropa sudah dilakukan banyak penelitian untuk mengetahui apakah k3 sudah diterapkan atau belum baik pada industri besar maupun kecil sejak tahun 1970. Dan sampai beberapa tahun setelah itu ternyata masih banyak sekali perusahaan kecil yang masih belum menerapkannya, sangat disayangkan bukan??mereka bahkan tidak memiliki ahli k3 dalam perusahaannya. Di Indonesia pada tahun 2011 Kemenakertrans menggalakkan sosialiasi k3 di kawasan-kawasan industri di Indonesia, terutama kawasan industri yang beresiko tinggi dan memiliki jumlah pekerja/buruh yang besar.

Kenapa k3 bisa begitu penting?? dalam sosialisasinya Kemenakertrans mengatakan bahwa “Dengan berbagai upaya dan kerja sama sosialiasi penerapan K3 yang dilakukan pemerintah, pengusaha, pekerja dan masyarakat umum,  kita  targetkan pada tahun 2015 bisa terwujud Indonesia berbudaya k3”. Kata beliau.

Untuk mempercepat pelaksanaan penerapan K3, Bapak Muhaimin menyarankan pendekatan individu yang dapat memperkuat sikap dan motivasi tentang K3, menyediakan pelatihan K3 serta memberikan penghargaan kepada karyawan dalam bentuk program insentif.

Dengan begitu, pemerintah optimis bisa menekan angka kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Menurut Data Kemenakertrans pada tahun 2010 terjadi penurunan kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dibanding tahun sebelumnya. Tentu itu merupakan hasil yang positif.

Sampai akhir 2010 terjadi 65.000 kasus kecelakaan kerja. Sedangkan pada tahun 2009 tercatat 96,314 kasus dengan rincian 87,035 sembuh total, 4,380 cacat fungsi, 2, 713 cacat sebagian, 42 cacat total dan 2, 144 meninggal dunia.

Kalau begitu apa bedanya penerapan k3 di Indonesia dengan yang ada di Eropa? Sebenarnya secara garis besar sama saja. Hanya saja Eropa telah menerapkan k3 lebih dulu dibanding Indonesia. Eropa sudah mulai mengadakan penelitian tentang sudah berjalannya k3 di industri mereka atau belum sejak tahun 70an. Sedangkan di Indonesia baru-baru ini saja ada penggalakkan sosialisasi tentang pentingnya k3.

Tahun 2001 di Eropa, tepatnya di Denmark telah dilakukan penelitian apakah penerapan k3 sudah berjalan atau belum. Dan hasil menunjukkan hanya industri besar saja yang sudah menerapkan k3. Bagaimana dengan industri kecil?? Pada industri kecil baik itu pengusaha atau karyawannya cenderung merasa k3 tidak terlalu penting karena kurangnya pengetahuan dasar tentang hal tersebut, terutama masalah ergonomi. Padahal faktor ergonomi adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan saat bekerja. Dalam penelitian tersebut, peneliti menjadikan pekerja langsung sebagai respondennya. Dan dari kuesioner ternyata banyak sekali pekerja yang mengeluh pegal-pegal, lingkungan kerjanya gelap, berantakan, dan bising.

Seperti pada gambar di atas. Pekerja bisa mengalami pegal-pegal dan merasa cepat lelah karena sikap tubuh yang salah saat bekerja. kebanyakan keluhan karyawan tidak didengar oleh atasan. Maka dari itu di Eropa sudah digalakkan wajib k3 sejak dulu kala. Karna mereka sadar, selain k3 itu penting, adanya ahli k3 di industri-industri bisa menjadi mediator yang efektif  bagi para pekerja yang ingin mengungkapkan aspirasinya pada petinggi-petinggi di industri tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *